pada detik ini dan jutaan detik yang akan terlewati,
tak ada satu katapun yang mampu mendeskripsikan
bagaimana gemuruh yang sedang terjadi pada diri.
tak juga ada satupun obat penenang yang bisa menginjeksi
saya agar bisa sedikit merasa tenang.
badai dari kamu terlalu kencang menabrak tubuh saya,
menghancurkan tulang, melebur daging dengan api yang tersulut dari hati.
kamu datang, pergi, lalu datang dan kemudian pergi lagi.
kamu menyisakan jejak kerinduan yang jujur saja membuat perih.
kamu minta saya berbicara padamu dengan kemasan kata ringan.
saya ikuti, walau kamu tidak tahu betapa sulitnya saya memilih diksi yang tepat
agar kamu tahu saya baikbaik saja,
agar kamu tahu saya bisa bertahan dari serangan belatimu.
agar kamu tahu bahwa saya adalah petarung handal yang mempunyai banyak cadangan nyawa, seketika kamu membunuh saya, saya akan bangkit dan kembali bertarung denganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar